Testosteron adalah hormon tubuh yang sangat dibutuhkan untuk pria. Hormon ini memiliki peranan yang sangat penting bagi tumbuh kembang tubuh pria mulai dari beranjak dewasa sampai usia lanjut. Buat pria-pria yang telah menginjak usia 30-an, memiliki kadar hormon testosteron yang seimbang sangat diperlukan karena jika tidak dapat menimbulkan efek negatif pada tubuh, misalnya penurunan massa otot sampai urusan libido.

Baca juga:  7 Makanan Aphrodisiac Untuk Meningkatkan Libido

Kadar hormon testosteron yang sehat terkadang mendapatkan konotasi negatif yang dikaitkan dengan tubuh dengan otot yang berlebih sampai kepribadian yang agresif. Namun, sebenarnya kadar testosteron yang seimbang menjadi salah satu elemen yang bermanfaat agar tubuh bisa mempertahankan fungsi fisik dan seksual dengan baik saat memasuiki usia 30-an.

Ingin tahu lebih lanjut fakta-fakta lainnya seputar hormon testosteron? Simak poin-poin berikut ini.

1. Produksinya menurun seiring bertambahnya umur

Produksi testosteron pada tubuh pria secara alami mulai menurun setelah melewati usia 30. Hal ini bisa dirasakan dari indikasi-indikasi seperti pengurangan massa otot sampai disfungsi ereksi. Ada beberapa cara alami yang bisa dilakukan untuk melawan penurunan ini, seperti berolahraga, diet, dan asupan suplemen tambahan. Meskipun tidak mengalami perubahan besar pada usia tersebut, kamu perlu memahami bahwa diet dan suplemen bisa membantu dalam menjaga kadar testosteron yang sehat.

2. Fungsi vital pada sistem reproduksi

Saat proses pembuahan terjadi, testosteron berfungsi untuk membentuk genital laki-laki pada janin. Proses ini terjadi pada periode tujuh minggu setelah terjadinya pembuahan. Produksi hormon ini pun meningkatkan seiring bertambahnya usia. Pada usia remaja, testis memproduksi sel sperma dalam jumlah yang banyak setiap harinya. Nah, saat hormon testosteron-nya rendah, besar kemungkinan tubuh akan mengalami disfungsi ereksi.

Baca juga: 5 Aktivitas Olahraga Untuk Meningkatkan Daya Tahan

3. Testosteron tidak menyebabkan agresivitas

Dalam dunia olahraga ada istilah yang namanya “roid rage” yang membuat orang-orang percaya bahwa kelebihan testosteron bisa menyebabkan sifat agresif dan cenderung kasar atau marah-maarah. Namun, hal ini sebenarnya keliru dan telah dibantah oleh penelitian terkini.

Agresivitas yang muncul disebabkan oleh konsumsi steroid anabolik yang merangsang produksi hormon testosteron. Hal ini sangat berbeda jika kamu merangsang produksi hormon tersebut dengan cara yang alami seperti berolahraga, diet, dan suplemen alami. Padahal, faktanya pria dan wanita dengan testosteron yang rendah lebih cenderung cepat merasa marah dan depresi.

4. Tidak hanya untuk pria

Secara natural tubuh wanita juga memproduksi hormon ini. Wanita yang memiliki kadar testosteron rendah juga akan merasakan perubahan fisik yang sama dengan pria, yaitu penurunan massa otot, kepadatan tulang menurun, sampai libido yang rendah. Kadar testosteron yang sehat bagi wanita saat bermanfaat untuk kesehatan fisik, seksual, dan mental.

5. Meningkatkan kesehatan mental dan perasaan

Tingkat testosteron yang rendah pada pria dan wanita telah terbukti dapat berdampak negatif pada suasana hati dan mental. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan testoteron yang rendah lebih rentan stres, lebih mudah marah, dan sering dilanda kesedihan. Kadar hormon ini yang seimbang dapat membantu kondisi kesehatan mental karena libido tubuh dapat lebih terjaga.

Baca juga: Ini 5 Menu Sehat Untuk Diet Yang Tepat

Selain dengan berolahraga dan melakukan pola diet yang sehat, kamu juga membantu melawan penurunan hormon testosteron dengan mengonsumsi suplemen yang tepat. BEE ULTRA dengan kandungan avena sativa-nya telah teruji secara klinis dapat membantu tubuh untuk menghasilkan testosteron yang lebih produktif. Selain itu, BEE ULTRA juga mengandung Propoelix, Bee Pollen, Royal Jelly, dan kandungan lainnya yang bermanfaat untuk membuat tubuh lebih bergairah dan bugar saat menjalani aktivitas sehari-hari.