Infertilitas atau disebut juga kondisi tidak subur. Infertilitas umumnya diartikan dengan tidak adanya kehamilan setelah setahun berhubungan seks rutin tanpa kontrasepsi. Penyebabnya beragam namun masih banyak yang belum mengetahuinya. Untuk para pria, kenali berbagai faktor penyebabnya berikut:

Kondisi Sperma

Gangguan pada sperma termasuk salah satu penyebab utama infertilitas pria. Untuk mencapai kehamilan, sperma yang dihasilkan harus sehat agar berfungsi dengan baik. Caranya, dengan melihat produksi, bentuk, jumlah, dan pergerakan sperma. Dikutip dari berbagai sumber, produksi sperma harus optimal dan berjumlah minimal 15 juta setiap milimeter air mani.

Selain itu, setidaknya 40% sperma dapat berenang dengan baik dengan bentuk kepala oval dan ekor panjang. Warna sperma yang sehat cenderung putih atau keabuan dengan ciri sedikit kental dan akan mencair dalam beberapa menit.

Baca Juga: Pria Takut Bercinta, Apa Sebabnya?

Kondisi Medis

Ejakulasi tertunda dan ketidakseimbangan hormon seperti produksi testosteron yang rendah dapat memicu infertilitas. Infeksi atau peradangan di alat kelamin juga bisa berdampak pada produksi atau kesehatan sperma. Tak hanya itu, konsumsi obat-obatan atau pengobatan terhadap penyakit tertentu juga dapat berpengaruh pada kesuburan pria.

Faktor Risiko

Jika tidak mengalami gangguan sperma atau tidak memiliki kondisi medis tertentu, beberapa faktor risiko juga wajib diperhatikan. Dikutip dari Healthline, usia tua, kebiasaan merokok dan minum alkohol berlebihan, obesitas, serta paparan zat berbahaya (seperti pestisida) dapat memicu infertilitas.

Baca Juga: 5 Tips Mendapatkan Tidur Berkualitas

Nah, untuk itu mulailah konsisten menjaga kesehatan dari sekarang. Terapkan pola hidup sehat untuk mencegah berbagai penyakit berbahaya yang secara langsung ataupun tidak langsung bisa mengganggu kesuburan. Lengkapi dengan BEE Ultra yang membantu menjaga kadar testosteron dalam tingkatan sehat sekaligus meningatkan imun. Perlu diingat bahwa hormon testosteron berperan dalam produksi sel sperma serta perkembangan alat reproduksi. Maka penting memastikan kadar hormon tersebut tetap dalam kondisi optimal.

Agar tetap semangat dan konsisten, ajak dan saling memotivasi pasangan untuk hidup sehat. Jangan lupa juga jadwalkan kegiatan bercinta rutin dan pastinya yang berkesan.