Artikel


Alami Puber Kedua? Ini Dia Yang Perlu Kamu Tahu!

Published at 13 - 10 - 2022

Ketika semua aspek dalam kehidupan sudah terpenuhi, tanpa sadar, kamu akan melakukan suatu rutinitas yang sama. Bangun tidur, bekerja, makan, berhubungan dengan keluarga dan lain sebagainya. Rutinitas tersebut dapat memunculkan rasa jenuh dalam dirimu, hingga muncul pikiran untuk “menantang” dirimu sendiri.

Kamu akan memiliki rasa penasaran mendasar seperti “apakah saya masih menarik seperti ketika saya muda dulu?”. Melalui pertanyaan inilah, akhirnya banyak pria yang mulai kembali memperhatikan dirinya sendiri. Misalnya dengan berdandan keren, berpakaian lebih rapi dan menarik dari biasanya serta memakai wewangian.

“Puber kedua” sejatinya bukanlah suatu fase yang buruk. Hanya saja, perlu adanya pemahaman antara pria dan wanita untuk tetap menerapkan batasan. Jika tidak menerapkan batasan, bukan tidak mungkin “puber kedua” akan membawa dampak buruk dalam kehidupan rumah tangga seperti hilangnya kepercayaan dalam hubungan.

Lalu bagaimana kita menyikapi fase “puber kedua” dengan baik?

Alihkan dengan Kegiatan Positif

Dasar mula munculnya “puber kedua” adalah rasa penasaran dari seorang pria apakah dirinya masih menarik seperti masa muda dulu. Namun, kebanyakan pria justru mengalihkan rasa penasaran ini dengan hal yang negatif, seperti sibuk “mencuci mata” dengan wanita lain atau menyibukkan diri dengan hal yang kurang bermanfaat. Padahal, ketika mengalami “puber kedua”, sebaiknya kamu mengalihkan perasaan tersebut dengan kegiatan yang positif. Misalnya dengan bergabung ke komunitas olahraga baru, bergabung ke komunitas travel atau membangun bisnis baru yang lebih menarik.

Baca Juga : Intip 6 Cara Mempertahankan Hubungan Dengan Pasangan

Perbanyak Kenalan Baru

Berkaitan dengan tips yang pertama, dengan bergabung ke dalam kegiatan baru, kamu berkesempatan berkenalan dengan orang-orang baru. Ketika mengenal orang baru, kamu bisa memiliki pandangan hidup baru yang bisa menjadi “tantangan” bagi dirimu. Misalnya, ketika mengikuti komunitas travel, kamu yang sebelumnya tidak terlalu mengerti soal traveling, kini bisa menyibukkan diri dengan ilmu baru. Akhirnya, kamu akan lebih memanfaatkan waktu dengan hal yang positif.

Tetapkan Tujuan Baru dalam Hidup

Ketika mengalami kebosanan dalam hidup, artinya kamu membutuhkan sebuah motivasi dan tujuan baru yang dapat membuatmu semangat setiap harinya. Misalnya, dengan menetapkan tujuan untuk membuat karya baru, membuat bisnis baru ataupun goal baru yang dapat memacu kamu melakukan positif.

Baca Juga : Berbuat Salah? Ini Cara Meminta Maaf Yang Tepat ke Pasangan

Komunikasikan dengan Pasangan

Ketika mengalami “puber kedua”, tidak jarang pasangan akan bingung terhadap perubahan yang kamu alami. Sebaliknya, kamu boleh membicarakan fase ini kepada pasanganmu. Niscaya, hubunganmu dan pasangan akan semakin baik dikarenakan komunikasi yang terjalin.