Artikel


Amankah Menggunakan Air Liur Sebagai Pelumas?

Published at 10 - 11 - 2022

Ketika melakukan hubungan seks, kondisi vagina yang kering bisa mengurangi kenyamanan saat bercinta. Vagina yang kering dapat menimbulkan berbagai permasalahan seperti penetrasi yang sakit hingga luka disekitar area kelamin.

Untuk itu, dibutuhkan penggunaan pelumas untuk bisa melembabkan dan memperlancar ketika melakukan hubungan seks. Namun, menggunakan air liur sebagai pelumas nyatanya bukan tindakan yang tepat.

Pada pelumas seks, kita sering menemukan pelumas yang licin akibat adanya kandungan gliserin dan propilen glikol. Kandungan ini juga berfungsi untuk menahan air sehingga vagina tidak cepat kering.

Baca Juga: Normalkah Buang Air Kecil Bercabang Pada Pria?

Sebaliknya, air liur bukanlah senyawa yang licin, sehingga sebenarnya tidak membantu memperlancar ketika berhubungan seks. Selain itu, di dalam air liur terdapat banyak bakteri dan kuman. Berikut beberapa risiko penggunaan air liur sebagai pelumas:

Infeksi organ intim

Menggunakan air liur sebagai pelumas seks dapat menyebabkan infeksi terhadap organ intim, khususnya vagina. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan jenis bakteri yang terdapat pada air liur dan vagina.

Pada air liur, terdapat enzim pencernaan yang berfungsi untuk menguraikan makanan. Ketika enzim tersebut berada di dalam vagina, bakteri baik yang ada pada vagina akan rusak dan menyebabkan infeksi jamur atau vaginosis bakteri.

Baca Juga: Konsumsi Buah Ini Untuk Tingkatkan Kualitas Sperma

Air liur juga dapat merusak keseimbangan mikroorganisme seperti jamur dan bakteri yang sudah ada di vagina secara alami. Jamur dan bakteri yang tidak seimbang memicu terjadinya infeksi tersebut.

Memengaruhi Kualitas Sperma

Selain dapat berakibat buruk bagi wanita, air liur juga membawa dampak buruk bagi pria. Menggunakan air liur sebagai pelumas dapat mempengaruhi kualitas sperma pria.

Menurut studi terbitan Journal of Czech Physicians (2014), air liur memiliki tingkat keasaman yang tinggi, sehingga akan mengganggu pergerakan atau motilitas sperma.

Jika demikan, maka sperma akan sulit mencapai lendir serviks untuk membuahi sel telur. Sehingga mempersulit proses pembuahan dan kehamilan.

Menyebabkan Penyakit Menular Seksual

Selain itu, di dalam air liur terdapat banyak bakteri dan kuman. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, ketika seseorang dengan penyakit herpes yang terbuka menggunakan air liur sebagai pelumas, maka terdapat risiko menularkan penyakit herpes tersebut kepada pasangannya.

Tidak hanya itu, masih banyak penyakit menular seksual lain yang bisa menular selain herpes, misalnya gonore, klamidia, HPV, sifilis, dan trikomoniasis, yang bisa menular dari mulut ke area genital jika terdapat luka terbuka.

Untuk itu, jika tetap ingin menggunakan pelumas saat berhubungan, pastikan kamu menggunakan pelumas yang memang diformulasikan secara khusus lebih aman untuk melicinkan alat kelamin saat penetrasi.