Artikel


Benarkah Bersepeda Membuat Pria Impotensi?

Published at 10 - 06 - 2022

Bersepeda adalah salah satu jenis olahraga paling diminati oleh semua kalangan, tak terkecuali bagi pria yang ingin menjaga kesehatan tubuhnya. Namun, banyak kabar burung mengatakan terlalu sering bersepeda dapat menimbulkan masalah impotensi pada pria. Benarkah begitu?

Perlu kita ketahui sebelumnya, impotensi atau disfungsi ereksi adalah kondisi di mana Mr. P sulit mengeras dan kalaupun terjadi ereksi, sulit untuk mempertahankannya. Jika melihat korelasi antara bersepeda dan impotensi dari segi medis, anggapan tersebut benar adanya, namun dengan beberapa catatan khusus.

Baca Juga: Rajin Olahraga Tapi Otot Tak Tumbuh? Ini Sebabnya

Saat bersepeda, penting bagi kamu memperhatikan posisi duduk. Posisi duduk yang benar adalah membebankan berat badan pada tulang duduk. Bagian ini dikelilingi oleh lemak dan otot-otot, serta tidak memiliki organ, saraf, atau arteri. Area ini bisa membantu kita duduk dengan nyaman selama berjam-jam dan tidak membawa dampak buruk seperti risiko impotensi.

Namun, jika kamu duduk dengan membebankan berat tubuh di sadel sepeda yang tidak cukup lebar untuk menopang tulang duduk, maka tubuh akan membebankannya ke area yang terletak di samping luar perineum. Area ini berbentuk kanal sepanjang struktur penghubung antara tulang duduk dan tulang kemaluan yang mengandung jaringan ereksi, arteri serta saraf ke penis. Tekanan yang terjadi pada area tersebut dapat merusak arteri serta saraf yang membantu proses ereksi.

Baca Juga: Ini Yang Harus Dilakukan Usai Berolahraga

Lalu Adakah Tips Untuk Bersepeda Yang Aman?

Bagi kamu yang hobi bersepeda, tidak perlu khawatir akan risiko impotensi. Kamu bisa melakukan tips berikut untuk bersepeda lebih aman:

  • Tidak bersepeda dalam waktu yang lama. Cukup 3 jam setiap minggu.
  • Ganti sadel sepeda dengan sadel yang berjenis “no-nose” atau memilih dudukan yang lebih lebar agar dapat menopang tubuh dengan baik.
  • Ubah posisi sadel menjadi lebih ke depan untuk membantu mengurangi tekanan pada perineum.
  • Ubah posisi setang sepeda menjadi lebih rendah agar tubuh dapat condong ke depan dan bagian bokong terangkat.
  • Gunakan celana pendek yang ada bantalannya untuk mendapatkan lapisan perlindungan ekstra.

Yuk, mulai sekarang kita berolahraga dengan aman untuk mendapatkan kesehatan tubuh maksimal!