Artikel


Wajarkah Pria Berdada Besar Seperti Payudara?

Published at 12 - 01 - 2023

Ketika melihat kondisi man boobs, kebanyakan orang akan berpikir bahwa hal itu disebabkan oleh penumpukan lemak di sekitar dada akibat berat badan berlebih. Namun faktanya, hal itu tidak hanya disebabkan oleh penumpukan lemak saja loh!

Kondisi ini dikenal dengan sebutan gynecomastia. Gynecomastia disebabkan oleh pertumbuhan jaringan payudara pada pria yang diakibatkan ketidakseimbangan hormon seks yaitu estrogen dan testosteron.

Pria umumnya memiliki hormon estrogen dalam jumlah kecil, sama seperti wanita yang memiliki hormon testosteron dalam jumlah sedikit. Namun, hormon ini sama seperti zat lain pada tubuh kita, jumlahnya bisa meningkat dan juga bisa berkurang. Saat hormon estrogen dalam tubuh pria melonjak lebih tinggi dibanding kadar hormon testosteron, kondisi ini dapat menyebabkan jaringan payudara membengkak atau gynecomastia.

Baca Juga : Hormon Testosteron Rendah? Apa Dampaknya Bagi Tubuh?

Gynecomastia sebenarnya cukup umum ditemukan. Sekitar tujuh puluh persen anak laki-laki memiliki kondisi ini selama masa pubertas. Selain itu, gynecomastia umumnya tidak berbahaya, namun dapat mengakibatkan masalah psikologis seperti malu dan berkurangnya rasa percaya diri.

Ketika tubuh mengalami gynecomastia yang sedang berkembang, area dada umumnya akan terasa sakit disertai dengan adanya kelunakan di area payudara, nyeri atau keluar cairan dari puting.

Namun, gynecomastia juga bisa muncul dikarenakan faktor lain seperti:

Efek samping obat-obatan

Gynecomastia dapat muncul sebagai sebuah efek samping obat-obatan ilegal seperti steroid, ganja, heroin dan alkohol. Selain itu, obat lain yang juga dikategorikan sebagai pemicu gynecomastia adalah anti-androgen untuk kanker prostat, calcium channel blockers dan obat-obatan maag seperti cimetidine.

Adanya Penyakit tertentu

Selain obat-obatan, gynecomastia juga bisa muncul sebagai efek samping penyakit tertentu. Beberapa penyakit kesehatan pemicu gynecomastia adalah gangguan tiroid hiperaktif (hipertiroidisme), penyakit ginjal atau adanya tumor pada salah satu kelenjar yang berfungsi untuk mengontrol hormon.

Baca Juga : Benarkah Badan Gemuk Mengurangi Kualitas Seks?

Lalu adakah cara untuk menghilangkan gynecomastia?

Gynecomastia sebenarnya tidak memerlukan pengobatan apapun. Hal ini dikarenakan kondisi gynecomastia dapat kembali normal seiring berjalannya waktu. Namun, jika dirasa gynecomastia semakin memburuk, disarankan bagi kamu untuk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu secara medis.

Sehingga, dokter bisa mengetahui penyebab gynecomastiamu dan menentukan apakah perlu dilakukan operasi atau tidak. Selain itu, kamu juga bisa mencegah kondisi gynecomastia semakin parah dengan melakukan beberapa tips berikut ini:

  1. Jangan konsumsi stimulan.
  2. Hindari mengonsumsi olahan pangan berbahan kedelai terlalu banyak.
  3. Kompres dengan es.
  4. Jika terjadi peradangan pada payudara, gunakan obat pereda nyeri (sesuai anjuran dokter)
  5. Batasi konsumsi alkohol.
  6. Hindari konsumsi obat-obatan yang mengandung hormon estrogen

Pos-pos Terbaru

Apa Itu Varikokel?

Benarkah Makan Terong Bikin "Loyo"?

Nanas Untuk Meningkatkan Kesuburan Pria

Kamu Tidur Mengorok? Wajib Baca Artikel Ini!

Bisakah Cegah Keriput dengan Berolahraga?


Arsip


Kategory